Waroeng Kroepoek, Solo-Rumah Makan ala Wedangan Khas Solo yang Unik

Saya paling suka kulineran di kota Solo. karena hampir semua makanannya enak dan cocok di lidah. Rata-rata pemilik bisnis kuliner juga merupakan bisnis keluarga yang diwariskan turun menurun. Dan hebatnya, cita rasa makanan jarang yang berubah.

Solo memang top banget untuk masalah kuliner. Sebut saja semua jajanan khas Jawa, pasti ada dan terkenal cita rasanya. Begitu banyak makanan khas Solo yang menggoda lidah seperti Selat Solo, Tengkleng, Mi Acar, Tahu Campur, Es Dawet, Serabi, Karak dan seterusnya, dan seterusnya…

Demikian pula saat ini, pilihan untuk warung makan dan wedangan makin banyak. Bagi yang suka dengan suasana dan kulineran tempo dulu, kuliner wedangan bisa menjadi pilihan.

Salah satu favorit saya adalah Waroeng Kroepoek yang berada di jalan dr. Rajiman 200, Solo.

Dari luar sudah terasa aura keunikan tempat ini, beneran keren dan instagramable. Mulai dari penataan, interior design, juga lukisan dindingnya. Mebelernya dari kayu dan designnya antik. Ada juga meja yang dimodifikasi dari mesin jahit, unik dan kreatif. Juga tersedia panggung keren untuk live music. 

Konsep Waroeng Kroepoek adalah wedangan atau HIK, khas Solo. Namun sudah buka mulai siang hari tidak seperti warung wedangan lain yang rata-rata buka mulai sore. Ini salah satu kelebihan yang saya suka.

Hal lain yang menarik, Waroeng Kroepoek juga dilengkapi dengan gerobag dan kaleng kerupuk tempo dulu. Lucuk..

Menu yang tersedia berupa aneka makanan, jajanan dan minuman khas wedangan dengan harga terjangkau. Namun ada yang special, karena Waroeng Kroepoek juga menawarkan menu Selat Solo dan rica tengkleng yang mak nyusss. Apalagi ditambah dengan pilihan minuman jamu seperti beras kencur yang segar. Lengkap sudah. Solo bangeeettt…

Rica tengkleng rasanya nendang banget dan porsinya besar. Bisa untuk makan bertiga atau berempat bila dengan nasi. Selat Solonya juga juara, nggak kalah dengan Selad Solo mbak Lis yang terkenal itu. Kuahnya segar dan porsinya pas banget. Aneka jajanan Solonya juga bikin kalap, huuuuffftttthhh…

  • Buka setiap hari pukul 10am-11.30pm
  • Selat Solo + beras kencur Rp. 12.500
  • Rica tengkleng Rp. 50.000

DERMAGA MENJERITE, LABUAN BAJO

Mmmm… Namanya harus diucapkan dengan benar ya, huruf ā€˜eā€™ dibaca seperti mengucapkan kata tempe. Memang agak asing terdengar di telinga, saya juga awalnya salah baca kok, hahaha…

Tadinya juga bertanya-tanya apa keistimewaan dermaga satu ini sampai-sampai harus dikunjungi. Namun, begitu melihatnya, dari kejauhan pun saya tahu kalau saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

So, dermaga ini adalah dermaga pandang dari kayu yang cukup panjang dengan view perbukitan dan vegetasi hijau sebagai background. Sementara di sekeliling kita hanya ada pantai, laut, kapal kami dan kesunyian. Serasa milik sendiri.

Turun dari kapal, dengan boat kecil kami diantar oleh kru ke dermaga. Anak tangganya cukup lebar jaraknya, jadi perlu sedikit usaha untuk menaikinya. Bagian kayu yang terbenam air sudah berlumut dan ditumbuhi jamur, tetapi kayunya masih keras dan kuat.

Segera saja, semua berlomba-lomba mengambil pose terbaik untuk hasil paling spektakuler. Begitu pun saya, lompat-lompat tinggi biar hasil fotonya kekinian. Walau badan sudah tak seenteng dulu, but is oke lah, not bad. Setidaknya cukup banyak foto kenangan di sini.

Setelahnya, tentu saja tak boleh tidak, saatnya snorkeling. Saya pilih pakai life jacket dan kaki katak karena arus pasang cukup kuat. Selain supaya lebih aman dari goresan terumbu karang atau bulu babi, juga lebih hemat tenaga supaya bisa menikmati keindahan biota laut. Cara terbaik adalah terjun dari dermaga langsung ke air. Pemandangannya woowww… Ikan-ikan kecil berwarna-warni bersliweran di depan saya tanpa takut, bagian bawah penuh dengan terumbu karang berbagai jenis dan ukuran. Air yang jernih dan sinar matahari yang cerah sangat mendukung terciptanya keindaham alami ini. Rasanya excited sekali, dan tak ingin kedamaian ini berakhir.

Namun, jika ada awal pasti ada akhir, dan mau tak mau kami harus naik ke kapal dan meneruskan perjalanan hari ini. Lanjut ke pulau Rinca ya, di sana juga pasti lebih seru.

Baca http://tikadewikadidjarso.com/labuan-bajo-pesona-alam-indonesia-timur/