Sekumpul Waterfall, Keindahan Ganda Sekumpulan Air Terjun di Buleleng, Bali

Air terjun, siapa yang tak suka menikmati keindahannya?

Air terjun, wisata alam cantik yang seringkali  membutuhkan energi untuk menikmatinya. Karena lokasinya yang sebagian besar tersembunyi dan sulit dicapai.

Kali ini saya dan beberapa teman berombongan mbolang ke Sekumpul Waterfall di Buleleng dengan motor. Perjalanan melalui rute Bedugul yang berliku naik turun. Udara pegunungan yang dingin dan segar menghibur saya.

Area parkir mobil cukup jauh dari air terjun.

Sesampainya di sana, ternyata area parkir mobil masih jauh dari air terjun. So, jika naik mobil, ada dua alternatif untuk sampai ke loket ticketing. Dengan naik ojek atau berjalan kaki.

Kebanyakan wisatawan asing memilih berjalan kaki. Tapi rata-rata wisatawan domestik memilih naik ojek. Beruntung kami naik motor sehingga bisa langsung menuju ticketing.

Jalan menuju ke loket ticketing berkelok dan sempit.

Jalan menuju ticketing sempit, hanya bisa dilalui satu motor. Menegangkan juga karena berkelak-kelok dengan jurang di satu sisi. Jika kebetulan berpapasan dengan pengendara motor dari arah berlawanan, salah satu harus mengalah. Sport jantung, uuuhhh… deg-deg an sangaaadd…

Dari area parkir motor, kita masih harus berjalan sekitar 200m ke loket ticketing. Di sini tersedia pula toilet yang bisa digunakan untuk ganti baju. Namun sayang kurang terawat, kurang bersih dan gelap.

Nah, kalau kelaparan, nggak perlu kuatir. Terdapat juga warung kecil untuk istirahat dengan menu sederhana. Tentu saja ada Indomie sebagai menu favorit.

Holy Water Spring, alternatif pertama air terjun

Setelah membeli tiket, di area kanan ticketing ada air terjun kecil, namanya Holy Water Spring. Airnya tidak terlalu dalam, bersih, jernih, segar.  Aman dan cocok untuk anak-anak berenang dan bermain santai.

Jika ingin yang lebih menantang, ambil jalan ke bawah menuju air terjun. Ada ratusan anak tangga yang harus kita turuni untuk menuju ke Sekumpul Waterfall. Sebagian jalannya masih berupa tanah, sebagian lagi berupa anak tangga semen. Cukup curam jadi mesti hati-hati ya, tetap fokus pada jalan. Walau menurut saya cukup aman karena ada pagar di kiri kanannya. 

Saya turun pelan-pelan dan banyak berhenti tergoda spot-spot cantik. Sayang nggak bawa camera, jadi harus cukup puas dengan HP.

Keindahan beragam air terjun di sepanjang perjalanan

Di sepanjang perjalanan banyak air terjun kecil yang cantik yang saya temukan. Juga jembatan-jembatan yang menggoda untuk diabadikan.

Jembatan penghubung ke Gombrong Waterfall dan Fiji Waterfall juga keren loh. Bisa jadi alternatif spot foto yang amazing.

Banyak juga ya air terjun di area ini, pantas saja namanya Sekumpul Waterfall. Baru kali ini saya mengunjungi area wisata yag penuh dengan air terjun menakjubkan. Ah, air terjun  memang selalu penuh pesona. Sayang saya tidak sempat menikmati semuanya.

Sekumpul Waterfall, air terjun yang amazing

Sampai juga akhirnya ke tujuan utama. Mata langsung terbuka lebar ketika sampai di Sekumpul Waterfall. Air terjun ini memang luar biasa menakjubkan.

Nggak rugi berlelah-lelah sampai ke sini. Amazing banget lihat sekumpulan air terjun berkumpul dalam satu lokasi. That’s why namanya Sekumpul Waterfall.

Airnya terasa dingin namun menyegarkan setelah berpanas-panas dan berjalan jauh. Tak bisa tidak, harus mandi dan berbasah-basah kalau sudah di sini. Hanya saja lebih hati-hati berjalan di kolam air terjun. Ada banyak lumut sehingga bebatuan cukup licin terasa di kaki.

Perjuangan kembali menaiki anak tangga menuju tempat parkir

Baliknya, OMG… sungguk-sungguh perjuangan. Mendaki tangga yang sama satu per satu dengan sisa-sisa tenaga itu sesuatu banget. Berasa lebih berat medannya dibandingkan mendaki Kawah Ijen, hahaha…  Nafas habis ketika sampai kembali di ticketing.

Akhirnya, memang harus beristirahat sebentar di warung sederhana ini untuk memulihkan energi. Bersyukur banget ada warung kecil penyelamat ini. Ibu pemilik warung juga ramah dan mau melayani semua permintaan. Dan kami duduk-duduk minum dan mencicipi menu seadanya. Coffee is the best choice for recovering energy, don’t you?

Menurut saya, lebih seru jika saat datang langsung eksplore turun ke air terjun. Setelah puas bermain air, baru kembali dan berbilas di Holy Water Spring. Airnya lebih hangat dan jernih. Bisa menghilangkan rasa lelah setelah menaiki ratusan anak tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *