PULAU PADAR, KEINDAHAN ALAM LABUAN BAJO

Katanya, waktu terbaik mengunjungi pulau Padar adalah saat sunrise atau sunset, dimana sinar matahari tidak terlalu terik dan membakar kulit, pemandangan keren dan hasil foto juga lebih bagus. Namun dalam perjalanan kali ini saya belum berkesempatan menikmati keduanya.

Sunrise cantik saat bersandar di pulau Kalong

Tapiiii… saya beruntung dapat menikmati sunrise cantik dari atas kapal saat berlabuh di dekat pulau Kalong. Walau mungkin tak seindah sunrise di atas pulau Padar, namun sensasi memandang sunrise di laut lepas tetap membuat saya terpukau. Ditambah bonus luar biasa, ketika tiba-tiba ada beberapa lumba-lumba kebetulan melintas dan memberikan atraksi indah dengan lompatannya. Sayang sekali saya tidak sempat menangkap moment ini dalam foto.

Sambil sarapan, kapal berlayar menuju pulau Padar.

Sampai di sana ternyata sudah ada beberapa kapal berlabuh. Dari kejauhan pun pulau Padar tampak begitu anggun, tenang dan cantik. Teluknya indah sekali. Kami naik ke dermaga kayu yang kokoh, dibantu kru kapal yang siap sedia di dermaga. Dermaga ini langsung menuju ke loket pintu masuk. Ada beberapa penjual minuman dan makanan di sekitar loket, sayang tidak tertata rapi sehingga kesannya kumuh.

Anak tangga kayu pertama setelah dari loket masuk

Dari loket, ada tangga kayu yang menuju ke atas bukit, lumayan juga jumlah anak tangga yang harus dilalui.

Begitu sampai di atas, woooww… pemandangan teluk yang biru teduh langsung memanjakan mata. Tapi tunggu dulu, jangan lama-lama di sini. Ini barulah awal perjalanan panjang yang harus dilalui untuk sampai ke puncak, dimana pemandangan yang spektakuler menjadi hadiahnya, aha…

Kapal-kapal yang berlabuh mengantar wisatawan

Syukurlah, anak tangga yang harus dilalui berikutnya tidak terlalu menanjak, bahkan cukup landai. Karena jalur trekking yang cukup jauh, sebaiknya tidak terlalu buru-buru berjalan. Jika merasa lelah, istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan alam yang bisa menghilangkan lelah dalam sekejap. Lagipula kita bisa mengambil banyak foto bagus, jangan lewatkan satu pun spot bagus untuk berselfie. Saran saya, jika memang punya masalah di lutut, lebih baik memakai deker agar lebih nyaman dan aman bagi kaki.

Setelah pendakian sekian ratus anak tangga yang lumayan membuat saya hampir kehabisan nafas, akhirnya sampai juga di lokasi foto paling diincar. Spot foto yang selalu menjadi viral dan mengundang wisatawan berkunjung. Bebatuan besar memenuhi tempat ini, ciri khas bukit dan pegunungan. Kesannya kokoh dan kuat.

Memang keren banget, terlihat 3 lekukan teluk yang cantik dari ketinggian, luar biasa indahnya.

Birunya laut dan warna coklat tanah serta bebatuan menjadi perpaduan lukisan alam yang begitu menawan. Betah deh berlama-lama di sini. Memang sebaiknya datang pagi, karena semakin siang akan semakin banyak wisatawan yang berdatangan. Saat saya datang, sudah banyak wisatawan yang antre berfoto di spot ini.

Puas menikmati indahnya alam dengan stock foto keren yang cukup banyak, dan setelah energi kembali pulih, saatnya turun dan kembali ke kapal. Memandang dari ketinggian ini, rasanya bakalan jadi perjalanan turun yang panjang. Namun saya menikmatinya, karena terhibur dengan lukisan alam  luar biasa di depan mata. Rasanya tak habis-habis rasa syukur bisa menikmati keindahan ini, berkat yang luar biasa.

Note: untuk cerita lengkap sailing Labuan Bajo silakan buka link http://tikadewikadidjarso.com/labuan-bajo-pesona-alam-indonesia-timur/

One Reply to “PULAU PADAR, KEINDAHAN ALAM LABUAN BAJO”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *