Pantai Yeh Gangga dan Pura Batu Bolong di Tabanan yang Sakral

Bali memang kaya dengan pantai indah. Salah satunya adalah Pantai Yeh Gangga, pantai cantik yang masih jarang dikunjungi wisatawan.

Lokasinya di Tabanan, bisa searah saat mengunjungi Tanah Lot dan Taman Ayun. Tiket masuk masih free, hanya membayar parkir saja Rp. 2000/motor dan Rp. 5.000/mobil.

Hari itu ketika saya menikmati sore di pantai, saya terpukau melihat beberapa orang asing sedang membersihkan pantai dari sampah. Terharu dan malu bercampur dalam hati.  Betapa orang asing begitu peduli akan keindahan dan kebersihan pantai ini. Lalu, mengapa kita justru sering mengabaikan dan mengotori anugrah alam yang indah ini?

Pantai Yeh Gangga mempunyai garis pantai yang panjang, dengan pasir lembut berwarna gelap. Di sekitarnya terdapat beberapa hotel besar dan mewah. Sepertinya semakin berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini.

Ada beberapa aliran anak sungai yang bermuara di pantai, menambah keindahan pantai ini.

Menurut saya, pantai ini menarik karena masih alami, tidak banyak pengunjung disana. Kebetulan, saat saya mengunjungi pantai, di bagian Timur pantai sedang ada persiapan upacara.

Sedangkan di ujung Barat, sedang bersiap anak-anak TK menari dalam acara pelepasan sekolah. Lucu-lucu sekali mereka ini dalam dandanan adat Bali dan siap pentas. Beruntung sekali saya bisa menyaksikan semua sore ini.

Pura Batu Bolong

Di ujung Barat Pantai, terdapat batu karang unik karena berlubang di bagian tengahnya. Dari kejauhan lubang berbentuk seperti hati, unik kan.

Di atas batu karang ini terdapat sebuah pura. Namanya Pura Batu Bolong. Memang di sini sering digunakan untuk upacara Melasti dan pelepasan abu kremasi saat Ngaben.

Warung Tulus Lobster

Daya tarik lain pantai ini adalah Warung Tulus Lobster yang terletak persis di tepi pantai. Dilengkapi dengan bean bag (bantal pantai) yang nyaman untuk menikmati sunset. Benar-benar memanjakan pengunjung untuk menikmati sunset.

Rasanya menghabiskan malam di sini juga romantis karena banyak terdapat lampu-lampu cantik betebaran. Berasa di La Pancha Seminyak, namun suasananya lebih tenang. Tak perlu antre atau booking untuk mendapatkan tempat duduk.

Pantai yang cocok untuk wisata keluarga

Pantai yang luas, bersih dan jauh dari keramaian ini memang nyaman sebagai tempat menghabiskan senja. Rasanya menyenangkan berjalan-jalan tanpa harus selalu berpapasan dengan pengunjung lain.

Perahu nelayan berderet berlabuh di tepi pantai. Beberapa nelayan sedang memeriksa jaring. Bersiap untuk berlayar mencari ikan esok subuh.

Sementara anak-anak berlarian di pantai, bermain dengan riangnya. Semua melengkapi kesan tentang kenangan sebuah pantai alami yang penuh kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *