Pondok Kopi, Umbul Sidomukti, Bandungan

Salah satu tempat ngopi favorit dan happening yang sayang dilewatkan adalah Pondok Kopi di area wisata Umbul Sidomukti, Bandungan.

Tepatnya terletak di DesaSidomukti, Jl. Goa Jepang, Jimbaran, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Jalan menuju ke lokasi cukup mudah karena banyak petunjuk arah di setiap persimpangan. Namun yang perlu diingat dan diperhatikan adalah, kendaraan harus dalam kondisi prima. Karena jalan cukup sempit dan menanjak cukup tajam.

Kalau dirasa kurang yakin dengan petunjuk arah, bisa menggunakan GPS atau Google Map. Rasanya sangat membantu bila belum mengenal daerah ini. Atau bisa pakai cara kuno yang juga pasti akurat, dengan bertanya pada penduduk sekitar, hehehe…

Sepanjang perjalanan, mata dimanjakan dengan warna hijau segar tanaman dan perkebunan sayur petani. Suasana pegunungan yang segar juga membuat perjalanan tak berasa jauh. Santuuuuyyy…

Lokasi parkir yang cukup luas letaknya berseberangan dengan restaurant. Sementara Pondok Kopi berada di ketinggian dengan view yang cantik. Saat kabut turun, rasanya seperti negeri di atas awan, uuhhh…

Oiya… jangan lupa bawa jaket ya, karena udara bisa tiba-tiba berubah menjadi dingin. Saat musim hujan seperti ini, juga bisa tiba-tiba turun hujan. Jadi tak ada salahnya membawa payung juga gaes. Karena jarak dari tempat parkir menuju restorant dan sebaliknya cukup membuat basah kuyup bila hujan deras.

Menu yang disajikan cukup beragam. Berbagai pilihan biji kopi terkenal bisa dicoba dengan pilihan jenis kopi. Menu makanan dan snack juga menggoda. Apalagi cuaca dingin membuat perut selalu lapar.

Eh, jangan sampai nggak pesan tahu asli Bandungan yang terkenal ini yaaa…

Untuk harga, di atas rata-rata. Tapi bisa dipahami karena ini daerah wisata dan letaknya cukup jauh dari keramaian kota.

Selain menikmati kopi dan makan, kita bisa berjalan-jalan di area restaurant. Ada banyak spot cantik untuk mengambil foto. Tebing curam berkabut dengan sungai di bawahnya berada di satu sisi di bagian belakang resto.

Lalu ada spot-spot foto lain seperti panggung pertunjukan terbuka, taman alami atau menyusuri Goa Jepang.

Saya tertarik untuk melihat ada apa di ujung Goa Jepang ini. Dan setelah berjalan menyusuri goa yang dingin dan bikin merinding, sampailah saya di ujungnya.

Ada semacam balkon dengan view tebing yang keren banget. Suasana tenang dan view cantiknya membuat betah berlama-lama di balkon ini.

Menariknya lagi, karena juga tersedia villa cantik untuk menginap.  Tempat yang nyaman dan tenang untuk menikmati liburan, menjauh dari keramaian. Bisa berdua saja atau bersama keluarga, tinggal pilih ukuran villa saja ya sesuai jumlah peserta.

Asik juga ya menikmati cuaca dingin sejuk dengan pemandangan lembah hijau dan tenang. Uuhhh… mesti segera mengatur liburan ini…

Uji Adrenlin di Gumuk Reco Sepakung

Salah satu wisata uji nyali yang pernah saya kunjungi adalah Gumuk Reco, di Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang. Saya berkunjung bersama beberapa teman di akhr tahun 2017, sudah cukup lama ternyata ya…

Perjalanan menuju ke lokasi ini memang  seru dan penuh perjuangan. Salah satunya adalah karena kami salah memilih jalan yang lebih sempit dan banyak tikungan tajam. Jalan naik turun yang curam hingga 45 derajat. Apalagi saat itu cuaca mendung, jadi agak dag dig dug juga kalau hujan turun.

Beruntung teman yang menyetir sudah sangat ahli sehingga kami bisa sampai dengan selamat ke lokasi. Hanya saja pulangnya kami memilih jalan yang berbeda yang jauh lebih aman. Kapok lewat jalan pertama, hahaha…

Ketika itu, loketnya masih sederhana sekali. Namun pintu masuk ke lokasi langsung menarik mata saya. Unik sekali tatanan cabang2 pohon kering ini.

Keseruan Aktifitas

Jalan setapak dari loket sudah di semen, dengan pemandangan hutan pinus di kiri dan kanan jalan. Teduh. Ada beberapa spot untuk duduk-duduk menikmati suasana. Juga tempat-tempat selfi cantik. Walau agak ngeri-ngeri sedap juga ketika mencoba berfoto di atas sarang burung raksasa yang menggantung begitu saja di bibir tebing.

Rumah Pohon dan Jembatan Kepompong dari kayu juga menarik untuk dicoba. Bisa dapat view keren dari atas rumah pohon.

Tapi yang paling menggetarkan jiwa dan membuat jantung mau copot adalah mencoba Ayunan Langit.

Safety first tetap yaaa gaeeess, semua pakai pengaman dan telah diuji untuk berat maksimal kok. Aman sih, tapi tetap saja saya berteriak sekuat jiwa raga dan sepenuh hati begitu mulai diayun. Hwaaaaaaaa…. ternyata sensasinya tak terlukiskan kata-kata.

Kemudian ketika mulai tenang, saya mesti pasang senyum untuk sesi foto sambil berayun. Duilaaahhh… muka pucat dan jantung copot begini mesti pasang muka syantiiikk… huuuffttt… Beruntung saya sudah pesan dengan sangat supaya jangan terlalu keras diayun. Takut kalau rok saya lepas, hihihi…

Btw, dengan semua kekurangan karena memang saat itu lokasi masih dalam pengembangan wisata, lokasi ini unik dan menarik untuk dikunjungi. View di ketinggian memang cantik. Perpaduan hutan pinus dengan tebing coklat di sekitarnya sungguh kontras.

Namun saya tidak merekomendasikan wisata Gumuk Reco untuk anak-anak di bawah 12 tahun.

Andai terpaksa diajak, harus dengan pengawasan ekstra. Karena tebing-tebingnya curam, dan belum diberikan pagar yang cukup kokoh. Daripada kita tidak bisa menikmati keindahan cantik ini, lebih baik memang tidak membawa anak-anak di bawah 12 tahun.

Tiket masuk Rp. 5.000,00 dan tiket ayunan langit serta jembatan kepompong @Rp. 10.000. Harga sudah termasuk safety equipment.

Sekarang sudah ada tambahan wahana baru Ondo Langit, sehingga bisa menikmati sensasi memanjat tebing curam di salah satu sisi wisata.

Saran saya kalau ke sini kendaraan harus benar2 prima dan driver pengalaman. Naik motor juga bisa, asal memang sudah mahir mengendarai.

Jangan salah ya, wisata di Gumuk Reco ini sudah semakin banyak dicari wisatawan loh…. Jadi sebaiknya datang pagi, bisa mendapatkan udara yang lebih segar dan belum terlalu padat pengunjung.