Bertabur Ribuan Cahaya Lampu di Nusa Dua Light Festival

Ada yang seru di Nusa Dua, yang membuat saya rela berkendara selama 2 jam ke sana.

Weekend ini saya berkesempatan menikmati ribuan cahaya lampu di Nusa Dua Light Festival (NDLF), Bali. Nusa Dua Light Festival ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini adalah yang keempat kalinya diadakan di tempat yang sama.

Saya bertiga dengan teman meluncur ke Nusa Dua sore itu berharap-harap cemas cuaca cerah sepanjang sore hingga malam. Festival lampion ini resmi dibuka 30 Mei 2019 dan berlangsung hingga 14 Juli 2019. Kami berharap masih belum terlalu penuh pengunjung sehingga bisa leluasa mengambil foto.

Diawali dengan Sunset di Nusa Dua Beach

Sesampai di Nusa Dua, kami mencari tempat parkir terdekat agar tidak terlalu jauh berjalan. Saat sampai, karena masih sekitar jam 6 sore, langit masih terang. Semburat warna merah oranye keemasan mulai muncul, saatnya matahari kembali ke peraduan. Warnanya cantik sekali. Sunset will coming soon.

Lalu, pantai berubah menjadi warna pink oranye keemasan, gemeees sekali. Tak tahan untuk tidak mampir pantai dan mengabadikan keindahannnya. Area festival ini memang berada di tepi pantai. Jadi double serunya.

Melihat-lihat kompleks Nusa Dua yang megah dan mewah plus menikmati keindahan sunset di pantai Nusa Dua. Tentu saja yang utama adalah menikmati keindahan ribuan lampu yang ditata indah. Ah, Bali memang selalu mempesona.

Terhampar di area seluas 7 hektar are, Nusa Dua Light Festival 2019 ini bertemakan “The Mountain View”.

Hal pertama yang menarik mata adalah lorong taman berdaun hijau, dimeriahkan burung-burung warna-warni beterbangan di atas lorong. Di kiri kanan lorong terdapat hamparan kebun bunga mawar, kebun bunga tulip, kebun buah dan ladang gandum.

Sesuai tema, di tengah area berdiri dua gunung kembar dengan matahari besar di tengahnya. Bahkan ada berbagai beberapa bangunan rumah bercahaya. Semuanya terbuat dari ribuan lampu berwarna-warni yang bercahaya indah dalam kegelapan.

Rasanya seperti berada di negeri dongeng. Kami mencoba berbagai cara dan teknik untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Menjadi sebuah hiburan tersendiri karena hasilnya seringkali membuat kami tertawa geli melihat kekonyolan diri sendiri.

Selain ribuan lampu indah ini, ada juga Kids Playground. Dilengkapi dengan permainan Helikopter Mini, Euro Bungee, Kereta Mini, Trampolin, Rumah Balon dan Rumah Kelinci. So, jangan kuatir bagi yang ingin rekreasi bersama keluarga ya, pasti si kecil juga betah bermain lama-lama di sini.

Lapar? Nggak perlu keluar area, karena tersedia banyak pilihan kuliner. Stand makanan aneka pilhan berderet di sisi kiri pintu masuk. Bisa menikmati makan sambil memandang keindahan seni luar biasa ini.

Oya, pada tanggal 13-14 Juli 2091 penutupan Nusa Dua Light Festival ini akan dimeriahkan dengan penyelenggaraan Bali Blues Festival (BBF). Menghadirkan artis-artis nasional seperti Gugun Blues Shelter feat Emmy Tobing, Balawan, Gus Teja, Endah n Rhesa, juga dimeriahkan band lokal dan artis pendukung.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk untuk domestik weekday Rp. 30.000, weekend Rp. 35.000. Sedangkan tiket masuk untuk wisatawan asing weekday Rp. 75.000 dan weekend Rp. 100.000. Buka mulai pukul 16.00-22.00 WITA. Nah, yang keren nih, tiket bisa dibeli secara online di Traveloka, Gojek, Loket dan Tokopedia. Atau bisa dibeli langsung di tempat.

Kemudian untuk tiket permainan di dalam area Kids Playground-Nusa Dua Light Festival berkisar antara Rp 10.000 – Rp. 25.000 sesuai jenis permainan. Permainan Helikopter Mini, Kereta Mini, Rumah Balon dan Rumah Kelinci aman untuk anak usia 3 tahun ke atas. Namun permainan Euro Bungee dan Trampolin dibatasi untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Berdasar pengalaman, saran saya, sebaiknya berkunjung lebih sore sekitar pukul 5 sudah di lokasi. Sehingga bisa menikmati suasana sebelum gelap. Hasil foto saat pencahayaan sore apalagi saat sunset lebih indah dan romantis. Please try…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *